Perguruan SINGO WALI SONGO Abah Marwin Sholeh

ABAH MARWIN SHOLEH Pendiri Perguruan Singo Wali Songo

Abah Marwin Sholeh dilahirkan di sebuah desa di Tulungagung, tepatnya di Desa Panggung Pucung, Kec.Pucang Laban 44 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1964.

Terlahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Marsid dan Marsim tidak membuat beliau manja. Apalagi saat menginjak usia remaja, sekitar umur 19 tahun oleh ayahnya beliau dipondokkan di Srengat Blitar. Di Pesantren inilah daya linuwih yang dimiliki beliau nampak. Kisahnya, saat itu di sekitar pesantren terdapat masjid tua yang akan dibongkar untuk selanjutnya diperbaiki. Tetapi, tidak terduga ada 10 orang santriwati yang kesurupan dengan berteriak-teriak dan ngomel tidak karuan karena pembongkaran masjid tersebut.

Dalam keadaan yang mendesak Pengurus Pesantren memanggil beliau untuk membantu menyembuhkan santriwati yang kesurupan. Seketika beliau kaget dan ragu-ragu atas perintah pengurus tersebut, karena beliau merasa tidak punya keahlian apa-apa. Namun, dalam pendengarannya ada bisikan dan menggerakkan tangannya agar memegang rambut para santriwati yang kerasukan jin tersebut. Dan, alhamdulillah santri-santri tersebut sembuh. Sejak saat itu beliau mulai banyak dikenal orang sebagai santri yang memiliki keahlian menyembuhkan. Selepas dari Pesantren, beliau kembali lagi ke desa asal tempat tinggalnya.

Di sana beliau juga kerap dimintai tolong untuk membantu segala permasalahan yang sedang dihadapi. Berbagai kasus telah ditangani tapi tidak sedikitpun membuat Beliau berhenti untuk “ Ngangsu Kaweruh”. Apalagi bila mengingat wejangan Ki Wiryo, sang kakek yang memang spiritualis ternama di daerahnya, niat untuk mengembleng diri laku tarak brata makin kuat. Setamat dari Madrasah Tsanawiyah di Tulungagung dan menempuh pendidikan di pesantren, ia pergi melanglang buana, menemui orang-orang sakti untuk “Ngangsu Kaweruh”.

Sedikitnya 4 tahun beliau mendalami berbagai ilmu hikmah, di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan sampai Banten. Setelah dirasa cukup dalam laku tirakat dan memperoleh ilmu-ilmu hikmah, kanuragan dan lainnya, terhitung sejak beliau usia 19 tahun telah menjalankan praktek spiritualis.

Tentu saja tetap dalam bimbingan Ki Wiryo, sang kakek. Yang pertama kali dilakukan saat itu adalah mendirikan Perguruan Singo Walisongo, yang menampung para remaja desa di sekitar tempat tinggal beliau untuk belajar di Perguruan. Dari waktu ke waktu ternyata yang belajar datang dari berbagai daerah bahkan tidak sedikit yang dari luar negeri. Dalam perjalanan mencari ilmu, selain puasa, beliau juga melakukan ritual khusus Sholat Hajat, Tahajud dan berdzikir. Dan yang sangat penting adalah menghindari larangan agama yang dikenal dengan MOLIMO (main,madon,minum,madat dan maling).

Dalam menjalankan laku spiritual, beliau tidak mau mendatangi atau berziarah ke tempat-tempat yang dianggap banyak orang mempunyai kekeramatan, seperti makam-makam wali, dll karena beliau kuatir menduakan (sirik) kepada Allah SWT. Beliau lebih suka mendatangi masjid-masjid yang memiliki aura suci. Kesucian inilah yang kemudian menjadikan jiwanya menjadi tenang dan tentram dalam menjalankan ritual. Selama menjalankan ritual khusus, beliau mengaku memperoleh pengalaman mistik yang tidak pernah terlupakan, yaitu melihat Pangeran Diponegoro naik kuda melintas di depan.

Selain itu dalam mengobati pasien, beliau juga pernah melihat lafal Allah berwarna hijau masuk ke dalam tubuh pasien. Tengara tersebut menandakan bahwa si pasien akan segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. Terhitung sejak tahun 2001 beliau memberanikan diri beriklan di berbagai majalah. Sejak itulah namanya banyak dikenal. Sejumlah artis dari Jakarta juga pernah datang untuk urusan pengobatan dan pasang susuk. Begitu juga dengan tokoh-tokoh politik di daerahnya yang datang pada beliau untuk urusan karier dan pengobatan.

Dalam kesibukan mengobati dan melayani pasien, beliau tetap menjalankan puasa Dawud. Dan jika datang hari kelahiran maka puasa tersebut dihentikan. Dengan puasa tersebut menjadikan beliau semakin dekat kepada Allah SWT, sehingga tetap menjadikan beliau seorang spiritualis yang tidak pelit terhadap ilmu yang dimiliki. Karena ilmu pengobatan yang beliau miliki bisa ditularkan kepada orang lain, asal si penerima ilmu tersebut bisa menghindari pantangan dan telah berusia minimal 18 tahun. Tetapi tidak semua ilmu bisa ditularkan, karena tergantung dari kondisi yang menerima ilmu tersebut.

Karena ilmu ini beraliran putih maka sambutan masyarakat bahkan pemerintah cukup baik. Bahkan tamu yang datang selain datang dari berbagai daerah di Indonesia juga datang dari Negara tetangga yang meliputi Singapura, Malaysia, Hongkong bahkan Taiwan. Mereka semua datang dengan berbagai macam tujuan. Ada yang minta pengasihan, ilmu kanuragan, pengobatan, pasang susuk, pasang pagar ghaib rumah, pabrik, toko dan masih banyak lagi keperluan yang lain.

Alamat Perguruan SINGO WALI SONGO : Jalan Melati No 16 Rt 01 Rw 02 Ds Panggung Pucung. Pucanglaban Tulungagung 66284 Jawa Timut Telp. 081335736022

ABAH MARWIN SHOLEH TELAH MERAIH PIALA DAN PENGHARGAAN ANTARA LAIN:
  • THE BEST ASEAN PROFESIONAL PARANORMALS OF THE YEAR 2002 DARI WAKIL 
  • PRESIDEN RI ASEAN PROFESIONAL PARANORMALS OF THE YEAR 2002 DARI MENTERI DALAM NEGERI RI 
  • PARANORMAL TOP AWARD 2004 TOP PARANORMAL AWARD 2004 
  • THE MOST POPULAR PIGURES IN INDONESIA AWARD 2004 
  • PERAIH POSMO AWARD 2005-2009 
  • BEST OF THE BEST THE MOST ASIA POPULER PARANORMAL AWARD 2006
Sumber : http://www.singowalisongo.com